Minggu, 10 Februari 2013

Tabrakan Kereta Vs Mobil dan Motor Akibat Ulah Pak Ogah

0







 Tabrakan Kereta Vs Mobil dan Motor Akibat Ulah Pak Ogah

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa kecelakaan kereta api (KA) dengan mobil dan motor di pintu perlintasan Jalan Bintaro Utama, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2013) sekitar pukul 09.40 WIB, terjadi lantaran keteledoran ulah "pak ogah" yang mengatur lalulintas di lokasi kejadian.
Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit Purwanto, mengatakan, kejadian bermula saat mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 1707 TOY dan sebuah sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 6678 FKJ masuk melalui celah pintu perlintasan.
"Awalnya di perlintasan dengan palang pintu itu ada "pak ogah", lalu ditariklah (diarahkan masuk) disuruh maju terus (melintasi rel)," kata Sigit, saat ditemui wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (11/2/2013).
Namun nahas, sebuah kereta api Patas jurusan Merak-Jakarta dengan nomor KA 271 tanpa disadari tengah melaju dari arah selatan ke utara dan sudah berada dekat dengan pintu perlintasan. Akibatnya, tabrakan pun tak bisa dihindari lagi.
"Mobil ditabrak dari belakang bagian kanan, lalu dampaknya mental kena motor yang ada di bagian depan sebelah kiri mobil. Jadi motor ini bukan langsung ditabrak kereta, tetapi imbas akibat tabrakan," ujar Sigit.
Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tersebut. Baik pengemudi Avanza, Iwan (20), penumpangnya Rahmat (53), serta pengendara motor Rian (20) selamat dalam kejadian tersebut. Para korban mendapat sejumlah luka di antaranya pada bagian kepala, tangan, dan pada bagian kaki. Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dr Suyoto di Bintaro.
Sigit mengatakan, kendaraan yang terlibat kecelakaan itu langsung di evakuasi ke tempat penyimpanan barang bukti kecelakan di Jagakarsa. Sejumlah saksi-saksi terkait peristiwa kecelakaan tersebut sudah dimintai keterangan oleh petugas. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pak ogah yang melarikan diri pasca kecelakaan terjadi. "Pak ogah itu sedang diburu oleh reserse. Saksi-saksi sudah kami periksa," kata Sigit.
Read More

Senin, 21 Januari 2013

Enam Pertanda Meredupnya iPhone

0
 

KOMPAS.com Walaupun mengusung sejumlah pembaruan, iPhone 5 yang dirilis Apple pada September lalu tidak terlihat banyak berbeda dari pendahulunya.

Kabar bahwa penjualan smartphone ini tak sesuai harapan bahkan menciptakan kekhawatiran di kalangan investor Apple sehingga sempat menurunkan harga saham perusahaan itu.

Apakah Apple telah kehilangan daya magis seperti saat berada di bawah almarhum Steve Jobs dulu?

Penerus iPhone 5 berikut sebuah iPhone versi murah dikabarkan bakal meluncur pertengahan tahun ini. Namun, boleh jadi saat itu iPhone sudah tak menarik lagi. Berikut alasannya, seperti dikutip dari Cnet:

1. iOS mulai membosankan

Di tengah meroketnya popularitas Android dan kemunculan Windows Phone 8, sistem operasi mobile iOS milik Apple mulai terlihat usang. Sementara Apple tak bisa seenaknya mengubah iOS tanpa membuat marah jutaan pengguna setianya.

Bisakah sistem operasi ini kembali merevolusi dunia mobile, seperti yang dilakukannya lewat iPhone generasi pertama dulu?

2. Duet Samsung dan Android semakin mematikan


Serbuan berita, resensi, dan informasi positif mengenai perangkat-perangkat buatan Samsung, rival berat Apple, memberi angin segar bagi popularitas perusahaan asal Negeri Ginseng itu.

Bahkan, perangkat Samsung seperti Galaxy S IV sudah banyak diberitakan sebelum benar-benar muncul sehingga menciptakan sensasi, mirip dengan yang biasa ditimbulkan oleh produk-produk Apple.

3. Apple sekarang bukan lagi Apple yang dulu

Tim Cook memang berhasil menjalankan perusahaan raksasa ini dengan baik, tetapi gayanya terlihat berbeda dengan Steve Jobs.

Apple tak lagi mendikte konsumen mengenai barang apa yang seharusnya mereka inginkan, seperti pada masa Steve Jobs. Sebaliknya, Apple kini cenderung memberi apa yang diinginkan oleh konsumen.

Contohnya seperti iPad Mini yang dulu tak mau dibuat oleh Steve Jobs. Apabila nantinya benar-benar ada iPhone versi murah, maka Apple akan semakin melenceng dari pakemnya selama ini.

4. Anak muda tak lagi menganggap Apple "keren"


Begitu iPhone banyak dipakai oleh orang dewasa, maka hilanglah pesona perangkat ini di mata kaum muda. Malahan, sebuah survei yang dilansir Forbes menunjukkan bahwa predikat "keren" secara mengejutkan sudah mulai beralih ke perangkat Windows Phone.

5. Harga produk Apple di luar jangkauan kantong banyak orang


Sebagian kesuksesan Apple dibangun lewat ekspansi ke pasar global, tetapi di banyak wilayah dunia, harga produk Apple masih terlalu mahal untuk sebagian besar konsumen.

Sementara itu, para kompetitor seperti perangkat Android berhasil mengejar Apple sambil menawarkan harga yang lebih bersahabat dengan kantong.

6. Hilangnya "The Wow Factor"

Maksudnya, gegap gempita yang biasa ditimbulkan oleh produk Apple ketika tampil mengusung inovasi yang luar biasa. Contohnya, seperti iPhone dan iPad ketika pertama kali diperkenalkan dan segera mengundang decak kagum dari seluruh dunia.

Belakangan, Apple kehilangan gereget. Sebagai salah satu inovasi terbaru, bahkan Siri sekalipun tak meninggalkan kesan yang dalam. Hanya peningkatan kecil demi peningkatan kecil yang dilakukan Apple, sementara Android semakin mengancam.

Nah, apakah iPhone 6 nanti akan bisa menghidupkan kembali gairah terhadap produk-produk Apple, ataukah perangkat ini hanya akan tampil biasa-biasa saja dan mengecewakan?
Read More

Lukisan Mona Lisa Dikirim ke Bulan

0


MARYLAND, KOMPAS.com — Lukisan Mona Lisa dikirim ke Bulan. Bukan lukisan sebenarnya, melainkan lukisan digital Mona Lisa dalam bentuk pecahan-pecahan data. Lukisan dikirim ke wahana antariksa yang mengorbit Bulan, Lunar Reconaissance Orbiter (LRO).

Lukisan karya Leonardo da Vinci tersebut dikirim lewat sinar laser dari stasiun Next Generation Satellite Laser Ranging di Goddard Space Flight Center, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Maryland.

"Ini pertama kalinya manusia mampu melakukan komunikasi satu arah ke luar angkasa dengan laser. Di masa depan, komunikasi laser ini bisa menjadi alternatif komunikasi radio. Jauh lagi ke depan, dimungkinkan komunikasi laser dengan kecepatan lebih tinggi daripada komunikasi radio saat ini," kata David Smith, peneliti yang terlibat proyek LRO, seperti dikutip Space, Kamis (17/1/2013).

Dalam uji coba pengiriman dengan laser kali ini, LRO dipilih karena telah dilengkapi peralatan penerima laser. Kebanyakan wahana antariksa yang mengeksplorasi Tata Surya saat ini hanya punya peralatan penerima gelombang radio.

Untuk mengirim, NASA memecah lukisan digital Mona Lisa menjadi pecahan data berukuran 150 x 200 piksel. Data kemudian dikirim satu per satu dengan kecepatan 300 bit per detik, masih sangat lambat.

Setelah diterima wahana antariksa, pecahan data digabungkan dan distorsi dikoreksi. Hasil rekonstruksi pecahan data dikirim lagi lewat gelombang radio ke Bumi. Dengan demikian, peneliti NASA bisa memastikan keberhasilan percobaan.

Keberhasilan ini bakal melandasi teknologi wahana antariksa pengorbit Bulan di masa depan. Menurut Richard Vondrak, peneliti proyek LRO lainnya, teknologi pengiriman lewat laser yang lebih baik akan dimiliki misi ke Bulan berikutnya, Lunar Atmosphere and Dust Environmental Explorer. Misi yang bertujuan memetakan lingkungan dan atmosfer Bulan itu akan segera diluncurkan. 
Read More

Google Ingin Pengguna "Lupakan" Password

0

 
KOMPAS.com - Google mencari cara untuk memperketat proses log-in di internet yang diklaim lebih aman dan mudah di masa depan. Menggandeng perusahaan keamanan Yubico, Google sedang mengembangkan perangkat keras sebagai alat autentisitas kata sandi (password).

Dalam sebuah jurnal ilmiah di IEEE Privacy and Security Magazine yang ditulis oleh Wakil Presiden Keamanan Google Eric Grosse dan Programmer Mayank Upadhyay, Google memandang alat autentisitas dapat meningkatkan keamanan online. Sederhananya, ia bisa disebut sebagai "kunci password" yang berfungsi untuk membuka password.

Fungsinya kurang lebih sama dengan alat token di industri perbankan. Namun, Google dan Yubico ingin membuatnya lebih sederhana dan tetap mengedepankan keamanan.

"Kami fokus pada pembuatan autensitas yang lebih aman, namun dengan pengelolaan yang lebih mudah. Kami percaya pengembangan seperti ini dapat membuat sistem log-in yang lebih baik," kata seorang juru bicara Google seperti dikutip dari blog teknologi Mashable, Senin (21/1/2013).

Dengan adanya perangkat keras sebagai alat autentisitas, pengguna diharap tidak bergantung sepenuhnya pada password yang harus diketik atau diinput, apalagi untuk data yang bersifat rahasia dan personal di internet.

Bentuk

Bersama Yubico, Google saat ini sedang menjalankan program percontohan alat autentisitas dengan bentuk kartu USB bernama YubiKey. Alat ini sebelumnya sudah diatur agar terhubung dengan akun pengguna. Jika pengguna ingin log-in ke sebuah layanan situs web, maka ia harus menancapkan USB itu ke komputer agar proses autentisitas berjalan.

Namun, alat keamanan berbentuk USB berukuran kecil tersebut dikhawatirkan sejumlah pihak karena lebih mudah hilang atau tertinggal di suatu tempat.

Solusi lain yang ditawarkan Google adalah dengan membuat chip yang ditanam dalam perangkat ponsel pintar. Chip memakai teknologi jaringan nirkabel jarak dekat, bisa jadi Near Field Communication (NFC). Nantinya, ponsel harus didekatkan dengan komputer jika pengguna ingin log-in ke layanan web.

Tujuan pembuatan inovasi ini adalah Google tidak menginginkan proses input password tidak terhubung secara langsung dengan perangkat keras atau perangkat lunak. Harus ada perantara melalui alat autentisitas. Karena, sistem kode pelacakan (cookies) pada browser yang merekam aktivitas dan sejarah pemakaian internet, dianggap tidak lagi aman untuk menjaga password.
Read More

Minggu, 20 Januari 2013

SBY Minta Pindah Ibukota Bukan Karena Macet

0
Presiden SBY dan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbuka dengan wacana perpindahan Ibukota dari Jakarta. Namun Presiden melalui Staf Khusus Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, menyatakan, perpindahan itu jangan karena Jakarta yang macet semata.

"Kita perlu melihat wacana ini sebagai upaya strategis dalam mendistribusikan pembangunan secara merata ke seluruh Indonesia," kata Velix Wanggai kepada VIVAnews, Selasa 3 Agustus 2010.

Wanggai menegaskan bahwa dalam skenario pengembangan wilayah 20 tahun ke depan, Pemerintah mendorong pengembangan wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua, sambil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di pulau Jawa-Bali.
Dalam lima tahun ke depan, Presiden SBY telah menekankan pendekatan kewilayahan berbasis kepulauan, menggenjot kawasan-kawasan strategis dan cepat tumbuh sebagai pusat-pusat pertumbuhan baru di luar pulau Jawa-Bali, dan terkait dengan kawasan-kawasan tertinggal dalam suatu sistem ekonomi yang terpadu.

Dalam mengurangi beban wilayah Jakarta dan juga pulau Jawa, Velix menambahkan, Presiden SBY juga memprioritaskan desentralisasi fiskal yang semakin besar dari waktu ke waktu, dan juga mengubah paradigma pembangunan yang lebih berbasis kewilayahan.  Hal ini sebagai intervensi strategis dalam menyeimbangkan pembangunan antara pusat-daerah, dan antardaerah di tanah air kita.

Namun Presiden juga menyadari bahwa beban fungsi pelayanan dan kelayakan Jakarta dirasakan semakin berat dari berbagai aspek. Wacana perpindahan ibukota negara adalah sesuatu yang wajar dan terbuka dalam alam demokrasi.

Karena itu pula, dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Palangkaraya, pada 2 Desember 2009, Presiden menyampaikan kembali gagasan pemindahan Ibukota. Presiden menganggap bahwa wajar mendiskusikan wacana perpindahan ibukota negara dalam berbagai perspektif.

"Dengan mempertimbangkan kondisi kekinian kota Jakarta dan sederet persoalan yang dihadapi di ibukota Jakarta, maka  Presiden menganggap diperlukan pemikiran yang matang dan komprehensif dalam mengkaji perpindahan ibukota,” kata Velix Wanggai.

Kemudian pada 3 Maret lalu, Velix juga telah mengorganisasi diskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, dan beberapa pakar pengembangan wilayah untuk menganalisa wacana perpindahan ibukota negara dari berbagai perspektif. Namun Velix menyatakan, hasil diskusi ini masih dipelajari lebih lanjut.
Wacana pemindahan Ibukota ini kembali bergulir setelah Wakil Ketua Komisi II DPR Teguh Juwarno melontarkan di akun Twitternya pekan lalu. Politisi Partai Amanat Nasional itu mengusulkan Ibukota dipindahkan ke Pulau Kalimantan. (hs)
Read More

Minggu, 13 Januari 2013

Mendikbud: Jangan Kubur Cita-cita Sekolah Bertaraf Internasional

0



 


SEMARANG, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tengah menyusun formula status pengganti rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh berharap formula tersebut sudah ada sebelumt ahun ajaran baru 2013/2014 dimulai tanpa mereduksi sedikit pun cita-cita tentang sekolah bertaraf internasional.

"Cita-cita untuk memiliki sekolah bertaraf internasional di setiap kabupaten kota tidak boleh dikubur sehingga kita harus memikirkan lagi formula pengganti RSBI," kata Nuh kepada pers di sela sosialisasi kurikulum 2013 di Semarang, Minggu (13/1/2013).

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini mengaku, sebenarnya Kemdikbud sudah memiliki gambaran mengenai formula baru sekolah eks-RSBI. Namun, dalam waktu dekat, Kemdikbud akan memanggil para pejabat dinas pendidikan, dewan pendidikan serta pemangku kepentingan pendidikan untuk berdiskusi mengenai formula baru bagi sekolah eks-RSBI.

Melalui diskusi itu, harapan mengenai mutu dan kualitas sekolah bertaraf internasional tidak boleh gugur karena sudah diamanatkan oleh undang-undang.

Oleh karena itu, Nuh kembali menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari sikap hormat Kemdikbud terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanpa mengindahkan cita-cita tentang pendidikan yang berkualitas.

"Kita menghormati dan melaksanakan apa yang telah diputuskan MK tapi bukan berarti kita harus menguburkan cita-cita menciptakan sekolah dengan kualitas yang baik," tandasnya.
Read More

RSBI: Rusak Sudah Bangsa Ini

0


Oleh Yudhistira ANM Massardi
Belum lagi reda debat tentang Kurikulum 2013, kini dunia pendidikan dihebohkan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi yang memvonis bahwa proyek Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan Sekolah Bertaraf Internasional bertentangan dengan UUD 1945.

Kedua perkara itu menarik perhatian masyarakat luas terutama karena nalarnya dinilai tidak nyambung dan bertentangan dengan pemahaman umum tentang tujuan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Salah satu di antara banyak pokok keberatan, baik terhadap Kurikulum 2013 maupun proyek RSBI/SBI, meskipun dimaksudkan untuk peningkatan kualitas, pada praktiknya penghapusan bahasa daerah dan penggunaan bahasa Inggris justru dinilai melemahkan jati diri bangsa.

Proyek pembuangan

Kritik lain terhadap proyek RSBI/SBI, yang lantas menjadikan sekolah eksklusif dan mahal, adalah melahirkan diskriminasi kaya-miskin dan meniadakan kewajiban negara menyelenggarakan pendidikan bermutu bagi seluruh warga negara.

Kehebohan ini untuk kesekian kali membuktikan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tampaknya tak paham tentang arti dan tujuan pendidikan, apalagi dalam hubungannya dengan kebudayaan. Lahirnya berbagai keputusan yang aneh itu juga menunjukkan bahwa mereka tak paham fungsi Kemdikbud.

Satu-satunya hal yang mereka pahami tampaknya adalah bahwa ada dana triliunan rupiah yang harus segera digelontorkan. Untuk itu, dibuatlah berbagai program sebagai proyek pembuangan uang. Diberitakan, dalam kurun 2006-2010, Kemdikbud telah menyubsidi 1.172 RSBI/SBI dengan dana Rp 11,2 triliun! Proyek itu juga menyedot dana yang tak sedikit dari pemerintah daerah dan masyarakat. Untuk itu, kiranya Badan Pemeriksa Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi segera mengusut peruntukan dan aliran seluruh dana itu, serta menghukum berat para koruptor apabila ternyata mereka berpesta pora dalam proyek itu.

Hakim konstitusi Akil Mochtar seusai persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi pada 8 Januari lalu tegas mengisyaratkan bahwa kehadiran Pasal 50 Ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dijadikan payung hukum bagi proyek RSBI/SBI terkesan dipaksakan.

”Undang-Undang Sisdiknas itu tidak memberikan penjelasan, tiba-tiba pasal itu muncul begitu saja sehingga (harus) dibatalkan,” kata Akil. Jadi, keberadaan norma dalam pasal itu tak memiliki penjelasan dalam pasal-pasal sebelumnya. Fakta adanya ”pasal siluman” ini mengingatkan pada berbagai modus kongkalikong antara eksekutif dan legislatif dalam sejumlah kasus korupsi. KPK harus turun tangan.

Rakyat sudah letih

Setelah MK menyatakan RSBI/SBI inkonstitusional dan harus dibubarkan, Mendikbud M Nuh secara normatif menyatakan menghormati dan akan melaksanakan keputusan MK. Namun, pada saat yang sama, ia menyerukan agar para guru dan siswa RSBI/SBI tetap berkegiatan seperti biasa. Hal serupa dinyatakannya terhadap keputusan Mahkamah Agung beberapa tahun lalu yang menyatakan bahwa ujian nasional harus dihentikan. Namun, hingga kini ia berkeras menyelenggarakan ujian nasional—suatu hal yang menunjukkan pembangkangan hukum.

Semua kemelut itu, selain membingungkan dan menyedihkan, bisa dimaklumi jika juga membangkitkan rasa apatis sekaligus amarah publik. Hendak dididik jadi apa sebenarnya bangsa kita? Sudah 67 tahun merdeka, tetapi pemerintah tak juga mampu merumuskan dan membuat desain besar pendidikan bangsa yang jelas, bernas, dan holistik. Sebuah kebijakan pendidikan yang bisa dipahami akal sehat dan mudah dilaksanakan di lapangan di semua unit pendidikan serta adil bagi seluruh rakyat.

Rakyat sudah letih menjadi bangsa pariah dunia yang moralnya ambruk oleh semeru korupsi, yang pemerintahannya begitu lemah tanpa visi, yang kementerian pendidikannya begitu limbung tanpa arah.

Kerusakan bangsa ini hanya bisa dihentikan jika, pertama-tama, Kemdikbud dan Kementerian Agama yang juga menangani institusi pendidikan sebagai mercusuar intelektualitas dan moralitas berhenti menjadi sarang koruptor. Kedua, Kemdikbud dan Kementerian Agama harus mengibarkan visi membangun manusia Indonesia yang berilmu, berakhlak mulia, dan kukuh jati diri; serta misi membangun lembaga pendidikan nasional yang membuat anak didik bahagia belajar dan cinta belajar sepanjang hayat. Ketiga, semua pihak harus sadar bahwa semua itu tak akan mewujud jika tak dimulai dengan penanganan ekstra serius terhadap pendidikan anak usia dini!

Yudhistira ANM Massardi Pengelola Sekolah Gratis TK-SD Batutis Al-Ilmi di Bekasi
Read More